Tolak Gojek Beroperasi, Bos Taksi Malaysia: Indonesia Negara Miskin, Gojek Tak Punya Masa Depan 

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 07:59:36 WIB

RIAUSKY.COM - Rencana Malaysia untuk mengizinkan Gojek beroperasi di negara tersebut rupanya disambut kurang antusias oleh publik. Bahkan salah satu pengusaha taksi mengancam akan menggelar demonstrasi.

Sebelumnya diwartakan kabinet Malaysia sudah setuju untuk memberi izin operasi Gojek. Persetujuan itu diumumkan oleh Menteri Pemuda dan Olahrga Syed Saddiq tengah pekan ini.

Shamsubahrin Ismail, pendiri perusahaan Big Blue Taxi Services, mengatakan pemerintah Malaysia sebaiknya fokus menyelesaikan masalah taksi online. Menurutnya adalah sebuah kemunduran jika pemerintah mengizinkan ojek roda dua online beroperasi di Malaysia.

"Syed Saddiq adalah menteri terpelajar, tetapi ketika menteri lain berbicara soal mobil terbang atau mobil nasional, ia justru menyuruh anak muda menjadi ojek," kata Shamsubahrin seperti dilansir Free Malaysia Today.

"Sebagai sebuah karier, Gojek tidak memiliki masa depan. Anak-anak muda kita layak mendapatkan yang lebih baik," kata dia.

Lebih lanjut Shamsubahrin mengatakan bahwa budaya Indonesia dan Malaysia juga berbeda. Selain itu, Indonesia disebutnya lebih miskin, karenanya Gojek bisa sukses.

"Gojek berhasil di Indonesia karena angka kemiskinan mereka sangat tinggi, tidak seperti di Malaysia," ujar Shamsubahrin.

"Juga budaya mereka berbeda. Di Indonesia, perempuan bisa memeluk pengemudi, tetapi bagaimana di Malaysia? Apakah kita ingin perempuan-perempuan kita memeluk ojek?" imbuh dia.

Shamsubahrin mengatakan ia akan menggelar demonstrasi jika Gojek benar diizinkan beroperasi di Malaysia.

"Saya akan memimpin demonstrasi, kami akan ke Putrajaya dan jika bisa, kami akan berdemonstrasi di rumah Syed Saddiq dan (Anthony) Loke (Menteri Transportasi Malaysia)," ia mengancam.

Pemerintah Malaysia, pada Rabu (21/8/2019) dilaporkan telah sepakat untuk memberi izin operasi bagi Gojek di negara tersebut, meski masih harus menelisik kembali regulasi sebelum memberikan izin resmi untuk startup asal Tanah Air tersebut.

Persetujuan dari kabinet Malaysia itu diumumkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter.

"Alhamdulillah! Kabinet sepakat meluluskan modal ekonomi Gojek-DegoRie," tulis Saddiq, sembari berterima kasih atas dukungan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad dan Menteri Transportasi Anthony Loke.

DegoRide sendiri adalah perusahaan ojek online pertama di Malaysia yang berdiri pada 2016 lalu. Tetapi perusahaan itu tak berumur panjang, karena dilarang oleh pemerintah setelah dinilai tidak aman.

Pemerintah Malaysia telah meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Transportasi untuk berkolaborasi, menyusun regulasi agar layanan ojek roda dua bisa beroperasi di negeri tersebut.

Sementara menurut Malay Mail pada awal pekan ini Loke, Saddiq, dan pendiri Gojek, Nadiem Makarim telah bertemu dengan Mahathir untuk membahas operasi Gojek di Malaysia.

Dalam pertemuan itu Loke mengaku diberi tugas untuk menjamin keamanan serta keselamatan pengguna jalan ketika ojek mulai beroperasi di Malaysia. Sementara Saddiq akan bertugas memastikan tenaga kerja muda Malaysia diserap oleh Gojek.

Gojek sendiri memang sedang melebarkan sayap di Asia Tenggara. Selain di Indonesia, Gojek sudah beroperasi di Singapura, Thailand, dan Vietnam. (R02)

Sumber: Suara.com

Terkini